Tak Ada Lagi

winterAku sadar disaat semua menghilang
Betapa lama dirimu kulupakan
Jiwa tak bisa lagi kurasakan
Apa diriku tlah menyesal sudah kau tinggalkan
Menangis karna kau tlah pergi
Terluka karena kau telah menjauh
Aku minta dengan sepenuh hati
Dengarkanlah aku memanggilmu ingin kau kembali
Tak ada lagi selain dirimu yang aku cari
Cinta sejati yang slalu kau beri
Ku hanya ingin ini tentang
dirimu dan diriku sampai nanti
Tak ada lagi selain dirimu yang aku cari
Cinta sejati yang slalu kau beri
Ku hanya ingin ini tentang
Dirimu dan diriku sampai aku mati
Ku ingin kau percaya…
Akan ku serahkan semua…

Percobaan Fisika XIA5(gravitasi & gaya pegas )

PERCOBAAN I
MENENTUKAN PERCEPATAN GRAVITAS

I. TUJUAN PERCOBAAN
Menentukan besarnya percepatan gravitasi.
II. LANDASAN TEORI
Hukum gravitasi Newton menyatakan gaya tarik – menarik antara dua benda atau lebih besarnya sebanding dengan besar massa masing – masing benda dan berbanding terbalik dengan kuadrat jaraknya, gaya yang terjadi adalah gaya gravitas.
Percepatan gravitasi dapat ditulis dengan rumus :

g = percepatan gravitasi (9,81 m/s2)
Pada percobaan ayunan bebas, dapat menggunakan rumus :
T = periode ayunan ( s )
l = panjang tali ( m )
g = percepatan gravitasi ( m/s )
III. ALAT DAN BAHAN
1. Tiang Statif
2. Stopwatch
3. Benag / tali
4. Beban dengan massa 50 gr, 70 gr, 100 gr, 120 gr, 150 gr
IV. CARA KERJA
1. Letakkan benang / tali pada tiang statif lalu pada ujung benang / tali diberi beban.
2. simpangkan beban ± 150 lalu lepaskan.
3. Catat waktu yang dibutuhkan untuk 10 kali ayunan.
4. Ulangi dengan massa beban 50 gr, 70 gr, 100gr, 120 gr, 150 gr.
5. Catat hasil pengamatan pad tabel.
6. Tentukan nilai percepatan gravitasi dari data percobaan dengan rumus:
T2 = 4 x 0,3 g
V. HASIL PERCOBAAN
Massa ( gr ) Waktu ( sekon ) Gravitasi ( m/s )
50 11,99 0,0297
70 11,23 0,0338
100 11,19 0,0341
120 10,96 0,0355
150 10,38 0,0396

VI. KESIMPULAN
Ruang di sekitar benda bermassa disebut medan gravitasi. Medan gravitasi ditimbulkan oleh benda-benda bermassa . Sebuah benda yang dipengaruhi medan gravitasi akan mendapatkan gaya gravitasi

PERCOBAAN II
GAYA PEGAS

I. TUJUAN
Menentukan konstanta pegas.
II. LANDASAN TEORI
Sebuah pegas ditarik dengan gaya F, maka pegas akan bertambah panjang. Bila gaya tarik tidak melewati batas elastisitas pegas, maka gaya tarik yang diberikan sebanding dengan perubahan panjang pegas

Gaya tarik atau gaya teka pegas ( F ) adalah:
 Sebanding dengan tetapan pegas.
 Sebanding dengan perubahan panjang (L).
Dirumuskan oleh Hooke :
F = k. L
Keterangan :
L : perubahan panjang ( m )
F : gaya tarik atau tekan ( Newton )
K : tetapan gas ( N / M)

III. ALAT
1. Pegas.
2. Statif.
3. Beban.
4. Pengggaris.
IV. LANGKAH KERJA
1. Timbanglah massa beban.
2. Ukurlah panjang pegas mula-mula.
3. Gantunglah beban pada pegas dan ukur panjang pegas sekarang.
4. Tentukan perubahan panjang pegas.
5. Ulangi percobaan untuk beban yang berbeda.

V. HASIL PENGAMATAN
NO M (kg) Xo (m) Xt (m) X (m) F = m.g (N) K = F / X (N/M)
1. 0,07 37,5 x 10-2 62,5 x 10-2 31,5 x 10-2 0,686 2,178
2. 0,1 40 x 10-2 7 x 10-2 30 x 10-2 0,980 3,267
3. 0,12 50 x 10-2 74 x 10-2 24 x 10-2 1,176 4,900
4. 0,15 56 x 10-2 74,5 x 10-2 22,5 x 10-2 1,47 6,533
5. 0,2 70 x 10-2 84,5 x 10-2 14,5 x 10-2 1,96 13,517

VI. PERTANYAAAN
1. Buatlah grafik hubungan F dengan X, kemudian tentukan konstanta pegas dengan grafik.
2. Tentukan perumusan konstanta pegas jika disusun seri dan paralel.

1. Grafik hubungan F dengan X

Konstanta pegas 1
= 2,22 N/m
Konstanta pegas 2:
= 3,267 N/m
Konstanta pegas 3
= 5 N/m

Konstanta Pegas 4
= 6,67 N/m
Konstanta Pegas 5
=13,52N/m

2. Perumusan Pegas
 Perumusan pegas bila disusun seri
F = F1 = F2 = F3 = F4 = F5
X = X1 + X2 + X3 + X4 + X5
F = k . X 

Kedua ruas pada persamaan dibagi dengan f sehingga diperloh

Secara umum konstanta pegas pengganti seri (ks) dapat dinyatakan:

 Perumusan pegas bila disusun paralel
F = F1 + F2 + F3+ F4+ F5
F = k1X1 + k2 X2 + k3X3 + k4X4 + k5X5
X = X1 = X2 = X3 = X4 = X5
Maka:
F = X ( k1 + k2 + k3+ k4+ k5 )

Kedua ruas pada persamaan dibagi dengan X sehingga diperoleh

Secara umum konstanta pegas pengganti paralel (kp) dapat dinyatakan:

Kp = k1 + k2 + k3 + k4 + k5

VI. KESIMPULAN
Pada beban yang bergetar harmonic bekerja resultan gaya yang arahnya selalu ke titik kesetimbangan dan besarnya sebanding dengan simpangan benda terhadap titik kesetimbangan.

PERCOBAAN III
HUBUNGAN MASSA BEBAN DENGAN KONSTANTA PEGAS

I. TUJUAN PERCOBAAN
Menentukan hubungan antara massa benda dengan konstanta pegas.
II. LANDASAN TEORI
Pada percobaan yang dilakukan menggunakan rumus:
T = periode (s)
m = massa beban (kg)
k = konstanta pegas (N/m)
atau :

F = frekuensi (hertz)

III. ALAT DAN BAHAN
1. Tiang statif
2. Stopwatch
3. Pegas
4. Beban dengan massa 50 gr, 70 gr, 100 gr, 150 gr.
IV. CARA KERJA
1. Gantungkan pegas pada penjepit yang ada pada tiang statif.
2. Gantungkan beban di ujung pegas.
3. Tarik beban ke bawah sejauh 4 cm.
4. Hitung waktu yang dibutuhkan untuk 10 kali ayunan dengan menggunakan stopwatch.
5. Ulangi dengan massa bebn 50 gr, 70 gr, 100 gr, 150 gr.
6. Catat hasil pengamatan pada table.

V. HASIL PRATIKUM
Massa Waktu 10 ayunan T
50
70
100
150 08.89 detik
10.26 detik
11.68 detik
14.11 detik 0,889
1,026
1,168
1,411

VI. KESIMPULAN
Hubungan antara massa beban dengan konstanta pegas :
Semakin berat (besar) massa benda, maka konstanta pegas juga semakin besar.
Sebaliknya, semakin ringan (kecil) massa benda, maka konstanta pegas juga semakin kecil

• Massa beban berbanding lurus dengan konstanta pegas

PERCOBAAN IV
KOEFISIEN RESTITUSI

I. TUJUAN
Menentukan koefisien restitusi bola
II. LANDASAN TEORI
1. Koefisien Restitusi adalah basaran yang mencirikan tumbukan antara dua benda yang bergerak dalam satu dimensi atau negative perbandingan antara beda kecepatan ( antara m2 dan m1 ) sesudah tumbukan dengan kecepatan sebelum tumbukan.
2. Untuk tumbukan elastis sempurna harga koefisien restitusi sama dengan 1, sedangkan pada tumbukan elastis sebagian harga koefisien restitusinya 0<e<1, dan pada tumbukan tidak elastis sempurna koefisien restitusinya sama dengan 0.
3. Bagi benda yang dijatuhkan dari ketinggian h0 di atas bidang pantul (tanpa diberi kecepatan awal ) rumus koefisien restitusinya adalah

III. ALAT DAN BAHAN
• Kelereng 1 buah
• Bola tenis lapangan 1 buah
• Penggaris 1 buah
• Stopwatch 1 buah

IV. LANGKAH KERJA
1. Jatuhkan kelereng dari ketinggian tertentu (h0) pada lantai
2. Tentukan / catat waktu yang diperlukan saat menyentuh lantai
3. Catatlah tinggi pantulan pertama yang dilakukan oleh kelereng
4. Tentukan kecepatan kelereng sesaat dan sebelum menyentuh lantai.

V. HASIL PRAKTIKUM
Tinggi bola (h0) Waktu (sekon) Tinggi pertama pantulan / h1 (meter) V sesaat
Vt=Vo + gt
(m/s) V sebelum menyentuh lantai = m/s
V sesudah menyentuh lantai m/s
Koefisien restitusi

100 cm
• Pantulan 1
• Pantulan 2
• Pantulan 3
0,54
0,34
0,51
51
56
57
5,292
3,332
4,998
44,28
44,28
44,28
31,62
33,13
33,42
0,714
0,748
0,755
150 cm
• Pantulan 1
• Pantulan 2
• Pantulan 3
0,87
0,65
0,62
68
74
72
8,526
6,370
6,076
54,22
54,22
54,22
36,51
38,08
37,57
0,673
0,702
0,693

Dengan V sesaat = Vo + gt  diketahui Vo = 0 m/s, g = 9,8 m/s2.
Dengan V sebelum menyentuh lantai =  diketahui g = 9,8 m/s2.
Dengan V sesudah menyentuh lantai  diketahui g = 9,8 m/s2.

VI. KESIMPULAN
Koefisien restitusi rata-rata untuk pantulan 100 cm adalah 0,74  e = 0,74
Koefisien restitusi rata-rata untuk pantulan 150 cm adalah 0,69  e = 0,6

Percobaan OSMOSIS

OSMOSIS

TUJUAN
Kita dapat mempelajari bagaimana air dapat masuk ke tubuh tumbuhan dan faktor yang mempengaruhinya.

BAHAN DAN ALAT
1. Umbi kentang 5. Timbangan
2. Pralon 6. Gelas kimia
3. Mistar (penggaris) 7. Air
4. Pisau silet 8. Larutan gula 5%, 10%, 30%

CARA KERJA
1. Dengan menggunakan pralon buatlah 5 buah silinder kentang segar sepanjang +15 cm.
2. Letakkan keempat silinder umbi kentang di atas rapat satu sama lain, selanjutnya dengan menggunakan pisau tajam potonglah ujung-ujungnya hingga diperoleh empat buah silinder umbi kentang yang sama besar.
3. Timbanglah tiap silinder umbi kentang itu setepat mungkin dan catatlah hasilnya dalam tabel.
4. Lakukan terhadap silinder umbi kentang itu seperti berikut!
Silinder 1 direndam dalam air
Silinder 2 direndam dalam larutan 5%
Silinder 3 direndam dalam larutan 10%
Silinder 4 direndam dalam larutan 30%
Silinder 5 dibiarkan berada di udara
5. Biarkan silinder umbi kentang dalam keadaan demikian selama satu hari.
Keringkan dengan jalan menggulingkan di atas kertas saring, kemudian timbanglah tiap silinder umbi kentang itu dan catatlah hasilnya dalam tabel.

PEMBAHASAN
Tabel pengamatan perubahan berat dan keadaan silinder kentang
Nomor Silinder Perlakuan Berat Keadaan Keras/Lembek
Awal Akhir
1. dalam air 9,7 gr 10,8 Keras (+)
2. dalam larutan gula 5% 9,7 gr 10 Keras, air berlendir (+)
3. dalam larutan gula 10% 9,6 gr 8,75 Lentur (-)
4. dalam larutan gula 30% 9,65 gr 5,8 Lembek(-)
5. dalam udara 9,65 gr 7,2 Lembek, hitam (-)
Percobaan dilakukan pada tanggal 12-8-2008 jam 8 pagi.

KESIMPULAN

Proses osmosis berlangsung dari larutan yang memiliki potensial air tinggi menuju larutan dengan potensial rendah. Proses osmosis terjadi melalui membrane sel.
Tekanan osmotic dipengaruhi oleh 4 faktor yaitu :
1. molaritas zat larut (m)
2. konstanta ionisasi ( i )
3. konstanta gas (g)
4.OSMOSIS

TUJUAN
Kita dapat mempelajari bagaimana air dapat masuk ke tubuh tumbuhan dan faktor yang mempengaruhinya.

BAHAN DAN ALAT
1. Umbi kentang 5. Timbangan
2. Pralon 6. Gelas kimia
3. Mistar (penggaris) 7. Air
4. Pisau silet 8. Larutan gula 5%, 10%, 30%

CARA KERJA
1. Dengan menggunakan pralon buatlah 5 buah silinder kentang segar sepanjang +15 cm.
2. Letakkan keempat silinder umbi kentang di atas rapat satu sama lain, selanjutnya dengan menggunakan pisau tajam potonglah ujung-ujungnya hingga diperoleh empat buah silinder umbi kentang yang sama besar.
3. Timbanglah tiap silinder umbi kentang itu setepat mungkin dan catatlah hasilnya dalam tabel.
4. Lakukan terhadap silinder umbi kentang itu seperti berikut!
Silinder 1 direndam dalam air
Silinder 2 direndam dalam larutan 5%
Silinder 3 direndam dalam larutan 10%
Silinder 4 direndam dalam larutan 30%
Silinder 5 dibiarkan berada di udara
5. Biarkan silinder umbi kentang dalam keadaan demikian selama satu hari.
Keringkan dengan jalan menggulingkan di atas kertas saring, kemudian timbanglah tiap silinder umbi kentang itu dan catatlah hasilnya dalam tabel.

PEMBAHASAN
Tabel pengamatan perubahan berat dan keadaan silinder kentang
Nomor Silinder Perlakuan Berat Keadaan Keras/Lembek
Awal Akhir
1. dalam air 9,7 gr 10,8 Keras (+)
2. dalam larutan gula 5% 9,7 gr 10 Keras, air berlendir (+)
3. dalam larutan gula 10% 9,6 gr 8,75 Lentur (-)
4. dalam larutan gula 30% 9,65 gr 5,8 Lembek(-)
5. dalam udara 9,65 gr 7,2 Lembek, hitam (-)
Percobaan dilakukan pada tanggal 12-8-2008 jam 8 pagi.

KESIMPULAN

Proses osmosis berlangsung dari larutan yang memiliki potensial air tinggi menuju larutan dengan potensial rendah. Proses osmosis terjadi melalui membrane sel.
Tekanan osmotic dipengaruhi oleh 4 faktor yaitu :
1. molaritas zat larut (m)
2. konstanta ionisasi ( i )
3. konstanta gas (g)
4. temperatur absolut (t)
temperatur absolut (t)

Percobaan Struktur & Fungsi Sel

PERCOBAAN BIOLOGI
STRUKTUR & FUNGSI SEL

TUJUAN : Menunjukkan bagian-bagian sel berdasarkan hasil pengamatan dan membandingkannya dengan gambar sel di literatur agar lebih mengenal struktur dan karakteristik berbagai sel dan dapat membandingkan antara sel hidup (bawang dan mukosa) dan sel mati (gabus) serta membedakan antara sel hewan dan tumbuhan.

SEL EPITELIUM

Gambar Pengamatan Gambar Literatur

Keterangan :
 Berbentuk seperti telur dan tidak berwarna.
 Hanya bisa dilihat dengan bantuan cairan metilen biru.
 Mempunyai inti sel yang di tengah sel dengan warna yang agak gelap.
 Selnya sendiri-sendiri dan tidak terikat oleh sel yang lain.

SEL BAWANG MERAH

Gambar Pengamatan Gambar Literatur

Keterangan :
 Mempunyai bentuk yang menyerupai batu-bata yang tersusun dengan teratur.
 Mempunyai inti sel yang letaknya tidak tetap, Ada yang berada di pinggir dan ada yang di tengah.
 Terdapat dinding sel yang terlihat jelas saat pengamatan.

SEL GABUS

Gambar Pengamatan Gambar Literatur

Keterangan :
 Mempunyai bentuk seperti segi enam heksagonal yang tersusun secara teratur dengan bentuk seperti jala ikan.
 Tidak terlihat adanya organel karena merupakan sel mati.
 Di dalam sel terlihat kosong/bening.

 Apakah struktur sel hewan dan tumbuhan yang kalian amati sama dengan yang terdapat pada gambar / foto di literatur ?
Jawab :
Pada umumnya sama, tapi mikroskop yang kita gunakan adalah mikroskop cahaya, bukan mikroskop elektron. Jadi gambar yang kita peroleh tidak sempurna jelas dibandingkan dengan yang terdapat pada literatur yang menggunakan mikroskop elektron.

 Mengapa terdapat perbedaan ?
Jawab :
Karena alat yang kita gunakan adalah mikroskop cahaya, bukan mikroskop elektron yang hasil tampilan objek jelas jauh lebih jelas dan sempurna dibanding dengan mikroskop cahaya yang kita gunakan.

 Dalam perbedaan apa itu ?
Jawab :
Perbedaan kejelasan gambar, selain itu jika menggunakan mikroskop elektron kita bisa melihat struktur dan bagian-bagian sel secara jelas. Tapi jika mikroskop cahaya kita hanya bisa melihat bentuk sel dan inti sel-nya saja, kecuali sel gabus yang memang merupakan sel mati yang bisa dilihat hanyalah sel yang berbentuk heksagonal / segi enam.

Perbedaan antara Sel Manusia / Hewan dan Tumbuhan :
No. Bagian Sel Sel tumbuhan Sel Manusia / Hewan
1. a. Dinding Sel Ada Tidak Ada
b. Membran Sel Ada Ada
2. Organel Sel
a. Nukleus Ada Ada
b. Retikulum Endoplasma Ada Ada
c. Ribosom Ada Ada
d. Badan Mikro
 Peroksisom Ada Ada
 Glioksisom Ada Tidak Ada
e. Kompleks Golgi Ada (Disebut Diktiosom) Ada
f. Mitokondria Ada Ada
g. Lisosom Ada Ada
h. Sentriol Ada Ada
i. Plastida Ada Tidak Ada
3. Vakuola Ada Kecil / Tidak Ada

Kesimpulan :
Antara Manusia, Hewan dan Tumbuhan mempunyai Struktur Sel yang Berbeda-Beda.

Percobaan Struktur & Fungsi Sel

PERCOBAAN BIOLOGI
STRUKTUR & FUNGSI SEL

TUJUAN : Menunjukkan bagian-bagian sel berdasarkan hasil pengamatan dan membandingkannya dengan gambar sel di literatur agar lebih mengenal struktur dan karakteristik berbagai sel dan dapat membandingkan antara sel hidup (bawang dan mukosa) dan sel mati (gabus) serta membedakan antara sel hewan dan tumbuhan.

SEL EPITELIUM

Gambar Pengamatan Gambar Literatur

Keterangan :
 Berbentuk seperti telur dan tidak berwarna.
 Hanya bisa dilihat dengan bantuan cairan metilen biru.
 Mempunyai inti sel yang di tengah sel dengan warna yang agak gelap.
 Selnya sendiri-sendiri dan tidak terikat oleh sel yang lain.

SEL BAWANG MERAH

Gambar Pengamatan Gambar Literatur

Keterangan :
 Mempunyai bentuk yang menyerupai batu-bata yang tersusun dengan teratur.
 Mempunyai inti sel yang letaknya tidak tetap, Ada yang berada di pinggir dan ada yang di tengah.
 Terdapat dinding sel yang terlihat jelas saat pengamatan.

SEL GABUS

Gambar Pengamatan Gambar Literatur

Keterangan :
 Mempunyai bentuk seperti segi enam heksagonal yang tersusun secara teratur dengan bentuk seperti jala ikan.
 Tidak terlihat adanya organel karena merupakan sel mati.
 Di dalam sel terlihat kosong/bening.

 Apakah struktur sel hewan dan tumbuhan yang kalian amati sama dengan yang terdapat pada gambar / foto di literatur ?
Jawab :
Pada umumnya sama, tapi mikroskop yang kita gunakan adalah mikroskop cahaya, bukan mikroskop elektron. Jadi gambar yang kita peroleh tidak sempurna jelas dibandingkan dengan yang terdapat pada literatur yang menggunakan mikroskop elektron.

 Mengapa terdapat perbedaan ?
Jawab :
Karena alat yang kita gunakan adalah mikroskop cahaya, bukan mikroskop elektron yang hasil tampilan objek jelas jauh lebih jelas dan sempurna dibanding dengan mikroskop cahaya yang kita gunakan.

 Dalam perbedaan apa itu ?
Jawab :
Perbedaan kejelasan gambar, selain itu jika menggunakan mikroskop elektron kita bisa melihat struktur dan bagian-bagian sel secara jelas. Tapi jika mikroskop cahaya kita hanya bisa melihat bentuk sel dan inti sel-nya saja, kecuali sel gabus yang memang merupakan sel mati yang bisa dilihat hanyalah sel yang berbentuk heksagonal / segi enam.

Perbedaan antara Sel Manusia / Hewan dan Tumbuhan :
No. Bagian Sel Sel tumbuhan Sel Manusia / Hewan
1. a. Dinding Sel Ada Tidak Ada
b. Membran Sel Ada Ada
2. Organel Sel
a. Nukleus Ada Ada
b. Retikulum Endoplasma Ada Ada
c. Ribosom Ada Ada
d. Badan Mikro
 Peroksisom Ada Ada
 Glioksisom Ada Tidak Ada
e. Kompleks Golgi Ada (Disebut Diktiosom) Ada
f. Mitokondria Ada Ada
g. Lisosom Ada Ada
h. Sentriol Ada Ada
i. Plastida Ada Tidak Ada
3. Vakuola Ada Kecil / Tidak Ada

Kesimpulan :
Antara Manusia, Hewan dan Tumbuhan mempunyai Struktur Sel yang Berbeda-Beda.

Tak Ada Lagi

Aku sadar disaat semua menghilang
Betapa lama dirimu kulupakan
Jiwa tak bisa lagi kurasakan
Apa diriku tlah menyesal sudah kau tinggalkan
Menangis karna kau tlah pergi
Terluka karena kau telah menjauh
Aku minta dengan sepenuh hati
Dengarkanlah aku memanggilmu ingin kau kembali
Tak ada lagi selain dirimu yang aku cari
Cinta sejati yang slalu kau beri
Ku hanya ingin ini tentang
dirimu dan diriku sampai nanti
Tak ada lagi selain dirimu yang aku cari
Cinta sejati yang slalu kau beri
Ku hanya ingin ini tentang
Dirimu dan diriku sampai aku mati
Ku ingin kau percaya…
Akan ku serahkan semua…

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Design a site like this with WordPress.com
Get started